SIAPAKAH DIA : by. Izzat Fadh ( 2004 )
Jika benar seperti matahari maka setialah menerangi
Jika benar jadi angin maka setialah menemui
Jika memang jadi tanah maka menerima satu kesetiaannya
Jika benar air jadi angin maka kejujuran nilainya
Adakah kita tanah, matahari, air
RESAHKU : by. Nafis Agung ( 2005 )
Kantuk adalah takutku
Lelap adalah pelarianku
Terbangun adalah bencanaku
Bingungku olehnya
Resahku olehnya
Kalutku olehnya
Inginku berteriak
Inginku berontak
Inginku bertindak
Kantukku berganti himmah
Lelapku berganti juang
Bangunku himmah dan juangku
MEMAKNAI HIDUP : by. H. Ahmad Suharto ( 2005 )
Selama nyawa bersemayam di jasad, kamu hidup
Meskipun hanya dalam level terendah
Selalu tumbuh dan bergerak, bukan beku membatu
Yang ini lebih tinggi
Namun hidup yang lebih hidup adalah
Manakala hatimu peka, semangatmu membara dan jiwamu bergelora
Menyerap fenomena, mengolah data, membangun cita dan mengaplikasikan dalam realita
Basuh qalbu dengan mata dzikir
Curahkan kearifan dari telaga hikmah
Rabuk otak dengan nutrisi tadabbur
Tirai keagungan akan tersibak di hadapanmu
Hidup bukan sekedar tarikan dan hempasan nafas detak jantung dan nadi
Hidup adalah gairah jiwa, keteguhan hati, dinamika otak dan gerak
Iman sebai landasan
Amal sholeh sebagai naungan
Akhlak sebagai hiasan
Kehidupan adalah karunia
Hanya sekali dan tak terulangi lagi
Hanya Yang Memberi berhak mengambil kembali
Amanah yang mesti dipertanggungjawabkan
Diberi makna mulia
Hidup yang berarti
Untuk berbakti, memakmurkan bumi, merealisasikan titah ilahi
Membuat sejarah
Membangun peradaban
Mempersembahkan karya monumental
Jadi ” BUKAN BAGAIMANA ENGKAU BERNAFAS, TETAPI UNTUK APA KAU GUNAKAN SETIAP TARIKAN NAFASMU “