POETs

8 12 2009

SIAPAKAH DIA : by. Izzat Fadh ( 2004 )

Jika benar seperti matahari maka setialah menerangi

Jika benar jadi angin maka setialah menemui

Jika memang jadi tanah maka menerima satu kesetiaannya

Jika benar air jadi angin maka kejujuran nilainya

Adakah kita tanah, matahari, air

RESAHKU : by. Nafis Agung ( 2005 )

Kantuk adalah takutku

Lelap adalah pelarianku

Terbangun adalah bencanaku

Bingungku olehnya

Resahku olehnya

Kalutku olehnya

Inginku berteriak

Inginku berontak

Inginku bertindak

Kantukku berganti himmah

Lelapku berganti juang

Bangunku himmah dan juangku

MEMAKNAI HIDUP : by. H. Ahmad Suharto ( 2005 )

Selama nyawa bersemayam di jasad, kamu hidup

Meskipun hanya dalam level terendah

Selalu tumbuh dan bergerak, bukan beku membatu

Yang ini lebih tinggi

Namun hidup yang lebih hidup adalah

Manakala hatimu peka, semangatmu membara dan jiwamu bergelora

Menyerap  fenomena, mengolah data, membangun cita dan mengaplikasikan dalam realita

Basuh qalbu dengan mata dzikir

Curahkan kearifan dari telaga hikmah

Rabuk otak dengan nutrisi tadabbur

Tirai keagungan akan tersibak di hadapanmu

Hidup bukan sekedar tarikan dan hempasan nafas detak jantung dan nadi

Hidup adalah gairah jiwa, keteguhan hati, dinamika otak dan gerak

Iman sebai landasan

Amal sholeh sebagai naungan

Akhlak sebagai hiasan

Kehidupan adalah karunia

Hanya sekali dan tak terulangi lagi

Hanya Yang Memberi berhak mengambil kembali

Amanah yang mesti dipertanggungjawabkan

Diberi makna mulia

Hidup yang berarti

Untuk berbakti, memakmurkan bumi, merealisasikan titah ilahi

Membuat sejarah

Membangun peradaban

Mempersembahkan karya monumental

Jadi ” BUKAN BAGAIMANA ENGKAU BERNAFAS, TETAPI UNTUK APA KAU GUNAKAN SETIAP TARIKAN NAFASMU “








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.